Public Relations (PR) as a Disaster Response act
November 19th, 2008 by daveturnipPublic relation (PR)didefinisikan sebagai fungsi manajemen yang meng-evaluasi public attitudes, lalu mengidentifikasi kebijakan, prosedur dan action yang harus diambil oleh suatu perusahaan/organisasi guna memperoleh pengertian dan penerimaan publik.
Dari definisi diatas maka di dalam aktivitas public relation terdapat 3 tahapan, a.l:
1.Analisa dan evaluasi atas public attitudes
2.Identifikasi kebijakan dan prosedur organisasi terhadap public interest tersebut
3.Perumusan dan eksekusi suatu program komunikasi guna memperoleh understanding dan acceptance dari public.
Aktivitas PR yang dijalankan oleh suatu perusahaan dapat dilihat sebagai suatu continuum dengan di ujung yang satu adalah traditional perspective dimana PR dilihat sebagai suatu aktivitas non-marketing dengan tujuan me-maintain sebuah mutually benefit relationship antara perusahaan dengan publik. Sementara diujung yang satu lagi, PR di posisikan sebagai suatu bagian yang terintegrasi dengan keseluruhan fungsi IMC. Aktivitas PR mengalami shifting dan mengambil peranan yang semakin penting dalam aktivitas IMC di tengah kondisi persaingan bisnis yang semakin dinamis.
PR dapat digunakan dalam membangun suatu relationship bukan hanya dengan konsumen, namun juga dengan pegawai, investor, pemerintah, voters, dan publik. Dapat dikatakan bahwa PR merupakan fungsi manajemen yang fokus terhadap komunikasi dua arah guna me-maintain hubungan yang saling menguntungkan antara organisasi dan publik.
Banyak sekali pendapat para ahli mengenai relationship antar PR dengan marketing ini. Satu pendapat yang cukup mengundang kontroversi adalah yg dikemukakan oleh Al Ries yakni bahwa ke depannya PR akan mengambil peranan yang lebih penting dari marketing dan di masa yang akan datang memasarkan produk baru tidak bisa lagi menggunakan marketing melainkan harus menggunakan PR. Hal ini disebabkan karena dunia yang semakin cluttered dengan aktivitas marketing ini sehingga aktivitas marketing semakin hari semakin kehilangan efektivitas-nya.
Seringkali aktivitas PR dimanfaatkan saat hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. PR menjadi ujung tombak dikala muncul problem dari publik terkait produk ataupun perusahaan. Walaupun bukan ini saja manfaat dari PR, namun di kondisi ini PR benar-benar mengambil peranan penting terlebih di era media yang boundary less seperti sekarang ini, dan terlambat sedikit saja bisa berdampak besar.
Salah satu jenis kasus yang sering terjadi adalah kampanye marketing yang salah karena memaparkan unsur-unsur tertentu yang menyudutkan ataupun provokatif sehingga mendapat respon negatif dari pasar. Dan kemudian PR harus segera terjun untuk merespon terhadap opini-opini yang berkembang di public sebelum menjadi snowball yang destruktif terhadap reputasi produk ataupun perusahaan.
Contoh kasus yang menarik seperti yang terjadi di U.S dalam minggu ini (Nov 15, 08), pada saat “Motrin Moms”, sebuah produk painkiller dari McNeil Consumer Healthcare yang ditujukan bagi para ibu, meluncurkan sebuah kampanye iklan berjudul “We Feel Your Pain”. Sebuah tv ad yang bernuansa simple dan humoris, namun kemudian berubah jadi disaster bagi perusahaan. Hanya dalam selang waktu singkat sejak pertama kali ditayangkan, di internet iklan tersebut langsung di respon dengan banyak opini negatif dan complaints dari para ibu. Dimana para ibu-ibu tersebut merasa terhina dengan pesan yang disampaikan oleh tv ad tersebut.
Dalam waktu singkat, hanya dalam waktu 12 jam sejak komentar pertama di post di internet, McNeil Consumer Healthcare langsung melakukan aktivitas PR untuk merespon perkembangan yang terjadi di public. Secara personal kemudian VP Marketing dari McNeil merespon setiap blog keberatan dari para mom’s blogger yang ada di internet. McNeil juga kemudian menarik tv ad tersebut baik dari stasiun tv maupun situs perusahaan.
Langkah lainnya yang diambil oleh McNeil adalah Director of Communication yang langsung turun tangan dalam me-respons penelpon-penelpon yang masuk ke hotline perusahaan. McNeil juga berusaha menjangkau seluruh konsumen nya dan juga menyiapkan media untuk konsumen menyampaikan pendapat-pendapat mereka dan kemudian membukan komunikasi untuk berdialog, antara lain melalui situs twitter.
Terlepas dari berbagai komentar yang ada terhadap aktivitas PR yang diambil oleh McNeil dalam merespon disaster yang muncul akibat tv ad mereka, ada yang bilang baik ada yang bilang buruk dan terlambat, namun hampir bisa dipastikan bahwa tanpa aktivitas PR maka disaster ini skala nya bisa menjadi sangat besar hingga kemudian bukan hanya merusak image produk (Matrin Moms) namun juga perusahaan (McNeil) secara keseluruhan. Maka disini peranan PR penting sekali. Dan selayaknya disaster response pada bencana-bencana alam, demikian juga PR harus sudah siap dengan emergency planning dan resources bilamana disaster semacam ini terjadi, sehingga respons dapat diambil dalam waktu yang singkat.